TV Online

Nasib Frank Lampard di Chelsea Diujung Tanduk

Advertisement
Frank Lampard yang saat ini beralih profesi menjadi seorang pelatih kala pensiun sebagai pemain sepak bola profesional, sedang mengalami keterpurukan yang mana tugasnya melatih Chelsea dilanda kekalahan terus menerus, nasibnya kian di ujung tanduk apabila tidak menampilkan performa yang lebih baik ke depannya terhadap The Blues. Sejak ditunjuk sebagai pelatih mantan klubnya itu untuk menggantikan Maurizio Sarri yang pergi ke Juventus menunjukan hal yang luar biasa di awal musim.

Namun penampilan pelatih Frank Lampard turun drastis saat berlaga di boxing day pada akhir tahun 2019, penampilannya terus memburuk hingga sekarang yang baru satu kali meraih kemenangan di lima pertandingan terakhirnya, belum lama ini pada pekan ke-26 Liga Utama Inggris Chelsea dipermalukan oleh musuhnya di kandang sendiri saat menjamu Manchester United dengan hasil akhir skor pertandingan 0-2 di Stadion Stamford Bridge, Selasa (18/02/2020) WIB.

Atas kekalahan tersebut Chelsea masih tertahan di peringkat keempat klasemen sementara yang baru mengoleksi 41 poin, posisinya itu terancam oleh dua klub yang ada di bawahnya antara Tottenham Hotspur yang terpaut 1 poin dan Sheffield United beda 2 poin. Perihal negatif ini membuat kans klub asal London Barat untuk masuk zona Liga Champions UEFA dikhawatirkan tergeser, Frank Lampard diklaim gagal yang tak bisa membawa permainan The Blues konsisten semenjak di awal musim.

Di samping itu, para petinggi Chelsea yang memiliki presiden klub bernama Roman Abramovich sang miliarder Russia, dikabarkan sedang mempertanyakan cara penanganan Lampard mengasuh anak buahnya. Sebab, sejumlah pemain bintang yang di beli mahal-mahal mulai terpinggirkan dari skuad utama tanpa adanya kepastian, diantaranya seperti seperti Fikayo Tomori, Olivier Giroud, Kurt Zouma dan Kepa Arrizabalaga yang sering digantikan oleh Willy Caballero menjadi starter.

Lampard harus mempersiapkan diri untuk serangkaian pertandingan selanjutnya demi menentukan masa depannya di Chelsea, mereka akan segera melawan Spurs dan Bayern Munchen yang bakalan menjadi penentu nasibnya. Jika performanya dalam mengatur anak buahnya tak kunjung berubah, makan mantan pemain gelandang tim nasional Inggris itu berpotensi di coret dari jabatan kepelatihannya, termasuk bila tak mampu membawa The Blues ke Liga Champions untuk musim mendatang.