TV Online

Arsene Wenger Mendukung UEFA dan City layak diberi Hukuman

Advertisement
Mantan pelatih abadi Arsenal, Arsene Wenger mengkritisi Manchester City dan mendukung penuh atas keputusan Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) yang menyatakan akan memberikan hukuman kepada siapapun klub-klub sepak bola yang terbukti melanggar aturan Financial Fair Play (FFP). Belum lama ini salah satu klub terkaya Inggris terjerat dalam kasus tersebut, dan jika terbukti salah melakukan pelanggaran maka konsekuensinya harus diterima walaupun berat.

Arsene Wenger menilai harus diselesaikan dengan baik awal permasalahannya agar memastikan tidak ada yang mempertanyakan legalitas tindakan tertentu, dia juga mengungkapkan kalau klub yang terbukti melanggar peraturan layak diberi hukuman setimpal. "Selama ini saya selalu mendukung kontrol peraturan finansial. Artinya biarkan saja semua klub bekerja dengan pemasukan alami yang mereka miliki," tutur pria berkebangsaan Prancis yang kami lansir dari laman Goal Indonesia.

Di samping itu, Arsene Wenger menegaskan jika UEFA memiliki peraturan yang sangat ketat dan wajib dipatuhi. "Aturan telah diciptakan, namun saya meyakini bahwa saat ini harus ada evolusi dibuat dalam peraturan ini, tapi begitulah dan Anda harus menghormati mereka. Sebagian orang yang memang tidak menghormati mereka dan terbukti menyiasati peraturan harus dihukum. Apabila ini terbukti melakukan pelanggaran dengan sengaja maka tidak bisa dibiarkan begitu saja," tegasnya.

Wenger sendiri sekarang telah beralih profesi menjadi ketua perkembangan sepak bola global untuk FIFA, serta dia berbicara tentang olahraga dan filosofinya dengan mentaati aturan yang berlaku. "Olahraga sendiri pada intinya adalah upaya untuk meraih kemenangan dengan menghormati peraturan-peraturan. Andai tak bisa menghormati peraturan yang berlaku, maka ini bukan olahraga yang sebenarnya, yang menurut saya hal paling penting," akhir kata Wenger.

Percakapan serius yang diungkapkan oleh Wenger ini setelah UEFA mengumumkan secara resmi telah menjatuhkan hukuman kepada Manchester City yang tak boleh tampil di kompetisi sepak bola Eropa, seperti Liga Champions, Liga Eropa dan Piala Super. Dua musim berturut-turut, The Cityzens tak diikut sertakan tanding yang disertai wajib membayar denda keuangan senilai 30 juta euro. Tim asuhan Pep Guardiola, terbukti bersalah dengan membesarkan dana sponsor pada musim 2012-2016 dan merek pun langsung mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS).